Thermocouple adalah sensor temperatur yang banyak digunakan untuk mengukur suhu pada mesin, furnace, oven, tangki, pipa, sistem pemanas, serta berbagai proses industri.
Sensor ini bekerja menggunakan dua jenis konduktor berbeda yang membentuk junction atau titik pengukuran. Perbedaan temperatur menghasilkan tegangan termoelektrik dalam nilai yang sangat kecil. Tegangan tersebut kemudian dibaca oleh perangkat seperti temperature controller, transmitter, PLC, atau sistem instrumentasi lainnya sebagai informasi temperatur.
Konstruksinya yang relatif sederhana membuat thermocouple dapat digunakan pada berbagai kondisi industri. Pilihan tipe sensor, material sheath, diameter probe, panjang, kabel, protection tube, koneksi proses, serta bentuk pemasangan dapat disesuaikan dengan kebutuhan aplikasi.
Selatama menyediakan berbagai pilihan thermocouple industri dengan konfigurasi standar maupun custom untuk kebutuhan pengukuran temperatur pada mesin serta proses produksi.
Cara Kerja Thermocouple
Thermocouple bekerja berdasarkan efek termoelektrik yang terjadi ketika dua material konduktor berbeda membentuk sebuah rangkaian dengan perbedaan temperatur.
Titik tempat dua konduktor bertemu disebut measuring junction atau hot junction. Temperatur pada titik tersebut akan memengaruhi tegangan termoelektrik yang dihasilkan sensor.
Secara sederhana, proses kerjanya dapat dijelaskan melalui beberapa tahapan.
1. Measuring Junction Mendeteksi Temperatur
Bagian ujung thermocouple ditempatkan pada area yang ingin diukur temperaturnya.
Area tersebut dapat berupa furnace, oven, mold, tangki, pipa, mesin extrusion, barrel mesin, maupun bagian mesin lainnya.
2. Terjadi Perbedaan Temperatur
Temperatur pada measuring junction berbeda dengan temperatur pada reference junction.
Perbedaan temperatur tersebut menghasilkan electromotive force atau EMF pada pasangan material thermocouple.
3. Thermocouple Menghasilkan Tegangan
Output thermocouple berbentuk tegangan listrik yang sangat kecil.
Hubungan antara temperatur dengan tegangan berbeda pada setiap tipe thermocouple karena material konduktor yang digunakan juga berbeda.
National Institute of Standards and Technology atau NIST menyediakan reference functions dan tables temperatur terhadap electromotive force untuk delapan tipe thermocouple standar, yaitu B, E, J, K, N, R, S, serta T.
4. Instrument Membaca Sinyal Thermocouple
Sinyal dari thermocouple diteruskan menuju temperature controller, transmitter, data acquisition system, PLC, atau perangkat instrumentasi lainnya.
Perangkat tersebut menginterpretasikan tegangan berdasarkan karakteristik tipe thermocouple yang digunakan.
5. Temperatur Digunakan untuk Monitoring atau Control
Nilai temperatur selanjutnya dapat digunakan untuk monitoring proses atau sebagai input sistem kontrol.
Pada sistem pemanasan, temperature controller dapat menggunakan informasi tersebut guna mengatur suplai daya menuju electric heater industri.
Alurnya dapat digambarkan secara sederhana sebagai berikut:
Temperatur proses → Thermocouple → Temperature Controller → Heater Control → Temperatur proses
Fungsi Thermocouple pada Sistem Industri
Fungsi utama thermocouple adalah memberikan informasi temperatur kepada operator maupun sistem kontrol.
Data tersebut dapat digunakan untuk berbagai kebutuhan seperti:
- monitoring temperatur mesin
- mengontrol sistem pemanas
- mengatur temperatur oven
- mengawasi temperatur furnace
- monitoring tangki pemanas
- mengontrol proses extrusion
- monitoring injection molding
- memberikan alarm ketika temperatur melewati batas
- membantu menjaga kestabilan proses produksi
- menjadi input sistem otomatisasi
- mendukung proses heat treatment
- membantu monitoring temperatur pada boiler serta steam system
Kualitas pembacaan tidak hanya dipengaruhi oleh tipe sensor. Lokasi pemasangan, kedalaman probe, kondisi wiring, material protection tube, koneksi, serta karakteristik proses juga perlu diperhatikan.


Jenis Thermocouple Berdasarkan Tipe Sensor
Thermocouple tersedia dalam beberapa tipe yang mempunyai karakteristik hubungan temperatur terhadap tegangan berbeda.
NIST menyediakan reference functions untuk delapan letter-designated thermocouple types, yaitu Type B, E, J, K, N, R, S, serta T.
Pemilihan tipe sebaiknya tidak hanya berdasarkan temperatur maksimum. Kondisi atmosfer, material sheath, akurasi yang dibutuhkan, konstruksi sensor, diameter wire, sistem instrumentasi, serta karakteristik aplikasi juga perlu dipertimbangkan.
Thermocouple Type K
Type K merupakan salah satu tipe thermocouple yang banyak digunakan pada aplikasi industri umum.
Tipe ini dapat ditemukan pada mesin produksi, oven, heating system, injection molding, extrusion, serta berbagai aplikasi pengukuran temperatur lainnya.
Type K sering dipilih karena cakupan aplikasinya luas.
Thermocouple Type J
Type J banyak digunakan pada berbagai mesin serta proses industri.
Pemilihannya perlu mempertimbangkan temperatur, kondisi lingkungan, konstruksi probe, serta material yang digunakan pada sensor.
Thermocouple Type T
Type T dapat digunakan pada aplikasi temperatur lebih rendah maupun kondisi tertentu yang sesuai dengan karakteristik sensornya.
Tipe ini menjadi salah satu letter-designated thermocouple yang mempunyai reference data standar.
Thermocouple Type E
Type E merupakan salah satu base-metal thermocouple.
Karakteristik output temperatur terhadap tegangan berbeda dengan Type J, K, maupun T sehingga instrument yang digunakan harus dikonfigurasi sesuai tipe sensornya.
Thermocouple Type N
Type N merupakan base-metal thermocouple yang dapat digunakan pada berbagai kebutuhan pengukuran temperatur industri.
Beberapa konfigurasi Head Thermocouple Selatama juga tersedia menggunakan Type N berdasarkan kebutuhan aplikasi.
Thermocouple Type R
Type R termasuk dalam kelompok noble-metal thermocouple.
Jenis ini dapat digunakan pada aplikasi temperatur tinggi sesuai konstruksi sensor, material protection, serta kondisi proses.
Thermocouple Type S
Type S juga termasuk noble-metal thermocouple yang banyak dikaitkan dengan kebutuhan pengukuran temperatur tinggi.
Aplikasinya dapat ditemukan pada furnace maupun proses temperatur tinggi tertentu.
Thermocouple Type B
Type B merupakan noble-metal thermocouple lainnya yang dapat digunakan pada aplikasi temperatur tinggi.
Pemilihan Type B perlu mempertimbangkan sistem instrumentasi, temperatur, protection material, proses, serta desain sensor yang digunakan.
Perbandingan Jenis Thermocouple
| Tipe | Kelompok | Penggunaan Umum |
|---|---|---|
| Type K | Base Metal | General industry, oven, mesin, heating system |
| Type J | Base Metal | Mesin serta proses pemanasan industri |
| Type T | Base Metal | Aplikasi temperatur lebih rendah serta proses tertentu |
| Type E | Base Metal | Pengukuran temperatur pada aplikasi tertentu |
| Type N | Base Metal | Berbagai aplikasi industri |
| Type R | Noble Metal | Furnace serta high-temperature process |
| Type S | Noble Metal | Furnace serta high-temperature process |
| Type B | Noble Metal | High-temperature process |
Tabel tersebut merupakan gambaran umum. Spesifikasi sensor tetap perlu disesuaikan dengan temperatur kerja, konstruksi, sheath, atmosphere, proses, serta instrument yang digunakan.
Bentuk dan Konstruksi Thermocouple
Selain dibedakan berdasarkan tipe sensor, thermocouple juga tersedia dalam berbagai bentuk konstruksi.
Pemilihan konstruksi berkaitan dengan cara pemasangan serta kondisi area pengukuran.
Probe Thermocouple
Probe thermocouple menggunakan probe atau sheath yang melindungi bagian sensor.
Probe dapat dimasukkan ke area proses seperti tangki, pipa, oven, mold, mesin, maupun bagian tertentu pada sistem produksi.
Diameter, panjang, material sheath, koneksi, serta bentuk ujung probe dapat disesuaikan dengan kebutuhan.
Selatama menyediakan thermocouple industri dengan beberapa pilihan material sheath serta dimensi custom.
Bayonet Thermocouple
Bayonet thermocouple menggunakan mekanisme pemasangan bayonet sehingga posisi sensor dapat disesuaikan pada area tertentu.
Jenis ini banyak digunakan pada mesin yang membutuhkan pemasangan sensor pada permukaan maupun lubang dengan sistem mounting tertentu.
Cable Thermocouple
Cable thermocouple menggunakan konstruksi sensor yang terhubung langsung dengan kabel.
Jenis kabel, panjang kabel, insulation, connector, probe, serta tipe sensor perlu dipilih berdasarkan kondisi instalasi.
Head Thermocouple
Head thermocouple menggunakan connection head sebagai tempat terminasi kabel sensor.
Konstruksi tersebut banyak digunakan pada instalasi proses industri seperti furnace, oven, tank, pipa, serta sistem pemanasan.
Head Thermocouple dapat menggunakan material sheath maupun protection tube berdasarkan temperatur serta kondisi proses.
Beberapa konfigurasi Thermocouple Selatama dapat menggunakan SS304, SS316, SS310S, Inconel 600, maupun Ceramic Tube sebagai protection material berdasarkan kebutuhan aplikasi.
Ring dan Surface Thermocouple
Ring thermocouple serta surface thermocouple digunakan pada aplikasi yang membutuhkan pengukuran temperatur permukaan.
Bentuk sensor perlu menyesuaikan lokasi mounting supaya kontak dengan area pengukuran berlangsung sesuai kebutuhan.
Thermocouple dengan Protection Tube
Protection tube digunakan untuk memberikan perlindungan tambahan terhadap sensor pada lingkungan tertentu.
Kebutuhan protection tube dapat ditemukan pada furnace, kiln, heat treatment, metal processing, maupun aplikasi temperatur tinggi lainnya.
Material protection tube perlu disesuaikan dengan temperatur, atmosfer, kondisi mekanis, serta proses.
Ceramic Tube industri dapat menjadi salah satu pilihan protection material pada aplikasi temperatur tinggi tertentu.
Thermowell
Thermowell merupakan komponen pelindung yang memisahkan sensor temperatur dari media proses.
Penggunaan thermowell memungkinkan sensor ditempatkan pada proses tanpa membuat elemen sensor bersentuhan langsung dengan media tertentu.
Material, panjang, diameter, koneksi proses, tekanan, temperatur, serta karakteristik media perlu dipertimbangkan saat memilih thermowell.
Material Sheath Thermocouple
Sheath berfungsi melindungi bagian internal sensor dari kondisi lingkungan proses.
Material yang digunakan perlu dipilih berdasarkan temperatur, media, korosi, atmosphere, serta kondisi mekanis.
Beberapa material yang tersedia pada konfigurasi Thermocouple Selatama meliputi:
- SS304
- SS316
- SS310S
- Inconel 600
Material tersebut tidak digunakan secara otomatis pada semua aplikasi. Pemilihannya perlu disesuaikan dengan kondisi aktual proses.
Aplikasi temperatur tinggi tertentu dapat membutuhkan protection material berbeda, termasuk Ceramic Tube.
Penggunaan Thermocouple pada Industri
Thermocouple digunakan pada banyak sektor karena monitoring temperatur merupakan bagian penting dalam proses industri.
Industrial Furnace dan Oven
Furnace serta oven membutuhkan monitoring temperatur agar proses dapat berjalan sesuai kondisi yang direncanakan.
Thermocouple ditempatkan pada area tertentu guna membaca temperatur chamber maupun bagian proses.
Furnace temperatur tinggi juga dapat menggunakan heating element industri seperti SiC maupun MoSi₂ berdasarkan kebutuhan sistem pemanas.
Boiler dan Steam System
Thermocouple dapat digunakan pada titik pengukuran temperatur tertentu dalam sistem boiler maupun steam system.
Jenis sensor, material, pemasangan, serta protection perlu disesuaikan dengan kondisi operasi.
Tank dan Process Heating
Tangki yang menggunakan sistem pemanas membutuhkan sensor guna memonitor temperatur media.
Thermocouple dapat menjadi bagian dari sistem kontrol yang mengatur kerja electric heater berdasarkan temperatur yang terukur.
Plastic dan Extrusion Machine
Mesin injection molding maupun extrusion membutuhkan pengaturan temperatur pada beberapa bagian proses.
Thermocouple dapat dipasang pada barrel, mold, dies, nozzle, atau titik lainnya sesuai desain mesin.
Metal Heat Treatment
Proses heat treatment membutuhkan monitoring temperatur pada furnace atau area proses.
Pemilihan thermocouple harus mempertimbangkan temperatur, atmosphere furnace, material protection, serta konstruksi sensor.
Manufacturing dan Automation
Thermocouple juga dapat digunakan pada:
- packaging machine
- sealing equipment
- drying system
- production line
- process equipment
- laboratory equipment
- food processing equipment
- manufacturing automation
Jenis sensor tetap harus disesuaikan dengan karakteristik masing-masing aplikasi.
Hubungan Thermocouple dengan Electric Heater
Thermocouple memiliki hubungan erat dengan sistem electric heating.
Electric heater menghasilkan panas, sedangkan thermocouple memberikan informasi temperatur yang telah dicapai proses.
Temperature controller menggunakan informasi dari sensor sebagai acuan untuk mengontrol sistem pemanas.
Alurnya dapat digambarkan sebagai berikut:
Electric Heater → Menghasilkan Panas
Thermocouple → Mengukur Temperatur
Temperature Controller → Membandingkan Temperatur dengan Setpoint
Control Output → Mengatur Heater
Sistem tersebut membantu proses pemanasan bekerja lebih terkontrol sesuai desain mesin.
Komponen resistance wire juga dapat digunakan sebagai material elemen pemanas pada beberapa konstruksi heating system, sedangkan thermocouple bekerja sebagai sensor temperaturnya.
Thermocouple dan RTD PT100
Thermocouple serta RTD PT100 sama-sama digunakan untuk mengukur temperatur, tetapi prinsip kerja keduanya berbeda.
Thermocouple menghasilkan tegangan termoelektrik akibat perbedaan temperatur pada pasangan material konduktor.
RTD bekerja berdasarkan perubahan resistansi elemen sensor terhadap temperatur.
Perbedaan tersebut menyebabkan karakteristik sensor, wiring, range aplikasi, response, instrumentasi, serta penggunaannya tidak selalu sama.
Pemilihan Thermocouple atau PT100 perlu mempertimbangkan:
- temperatur kerja
- akurasi yang dibutuhkan
- response time
- kondisi lingkungan
- panjang kabel
- sistem instrumentasi
- konstruksi sensor
- proses industri
Beberapa konfigurasi produk Thermocouple Selatama juga menyediakan opsi RTD PT100 sehingga pemilihan sensor dapat disesuaikan dengan kebutuhan sistem.
Cara Memilih Thermocouple Industri
Pemilihan thermocouple sebaiknya dilakukan berdasarkan kondisi aplikasi, bukan hanya tipe sensornya.
Beberapa informasi berikut perlu diketahui.
Temperatur Kerja
Temperatur normal serta temperatur maksimum proses menjadi parameter utama.
Informasi tersebut membantu menentukan tipe thermocouple, sheath, protection material, kabel, serta konstruksi sensor.
Tipe Thermocouple
Pilih Type K, J, T, E, N, R, S, B, atau sensor lain berdasarkan kebutuhan proses serta instrumentasi.
Temperature controller harus dikonfigurasi sesuai tipe sensor yang digunakan.
Diameter Probe
Diameter probe memengaruhi konstruksi sensor, kekuatan mekanis, pemasangan, serta response.
Ukuran harus menyesuaikan ruang pemasangan pada mesin.
Panjang Probe
Probe perlu mencapai posisi pengukuran yang sesuai.
Probe terlalu pendek dapat menyebabkan titik pengukuran tidak berada pada area yang diinginkan.
Material Sheath
Material sheath perlu menyesuaikan temperatur, media, lingkungan, potensi korosi, serta karakteristik proses.
Jenis Kabel
Kabel thermocouple perlu sesuai dengan sistem sensor serta kondisi lingkungan.
Panjang, insulation, fleksibilitas, temperatur lingkungan, serta routing kabel perlu diperhatikan.
Connection dan Mounting
Thermocouple dapat menggunakan:
- threaded connection
- bayonet mounting
- compression fitting
- flange
- connection head
- connector
- ring terminal
- konfigurasi custom lainnya
Mounting dipilih berdasarkan desain mesin.
Kondisi Lingkungan
Perhatikan kemungkinan:
- getaran
- temperatur tinggi
- kelembapan
- chemical exposure
- tekanan
- mechanical impact
- electromagnetic interference
Kondisi tersebut dapat memengaruhi pilihan konstruksi sensor.
Media yang Diukur
Informasikan apakah sensor digunakan pada:
- udara
- gas
- cairan
- furnace
- mold
- barrel
- tangki
- pipa
- permukaan
- material proses lainnya
Data aplikasi yang lengkap membantu menentukan konfigurasi sensor.
Faktor yang Dapat Memengaruhi Pembacaan Thermocouple
Hasil pengukuran tidak hanya bergantung pada tipe thermocouple.
Beberapa kondisi pemasangan juga dapat memengaruhi pembacaan.
Posisi Sensor
Sensor sebaiknya ditempatkan pada titik yang benar-benar merepresentasikan temperatur yang ingin dimonitor.
Kedalaman Pemasangan
Probe yang tidak mencapai area proses dapat membaca temperatur berbeda dari kondisi aktual pada titik yang ingin diketahui.
Kondisi Kabel
Kabel rusak, koneksi longgar, atau konfigurasi kabel yang tidak sesuai dapat mengganggu sistem pengukuran.
Setting Temperature Controller
Temperature controller harus dikonfigurasi dengan input sensor yang sesuai.
Type K tidak seharusnya dibaca menggunakan konfigurasi Type J atau tipe lain.
Protection Tube
Protection tube membantu melindungi sensor tetapi konstruksinya juga memengaruhi response time.
Pemilihan protection material harus mempertimbangkan kebutuhan perlindungan serta karakteristik proses.
Thermocouple Custom untuk Mesin Industri
Tidak semua mesin menggunakan ukuran thermocouple standar.
Thermocouple custom dapat dibuat berdasarkan:
- tipe sensor
- temperatur kerja
- diameter probe
- panjang probe
- material sheath
- panjang kabel
- jenis insulation
- mounting
- thread
- connector
- connection head
- protection tube
- thermowell
- bentuk khusus
Sampel sensor lama, foto, nameplate, drawing, serta ukuran aktual dapat membantu proses identifikasi spesifikasi.
Informasi yang Perlu Disiapkan Saat Memesan Thermocouple
Beberapa informasi sebaiknya disiapkan sebelum konsultasi.
1. Tipe sensor
Contohnya Type K, J, T, N, R, S, B, atau PT100.
2. Temperatur kerja
Informasikan temperatur normal serta maksimum.
3. Diameter probe
Cantumkan ukuran apabila diketahui.
4. Panjang probe
Ukur bagian probe yang masuk ke area proses.
5. Material sheath
Informasikan material lama apabila tersedia.
6. Panjang kabel
Sesuaikan dengan jarak sensor menuju controller atau junction.
7. Jenis mounting
Contohnya thread, bayonet, compression fitting, head, ring, atau konstruksi lainnya.
8. Kondisi aplikasi
Jelaskan apakah sensor digunakan pada oven, furnace, tank, extrusion, mold, boiler, pipa, atau aplikasi lainnya.
9. Foto atau drawing
Foto unit lama, drawing, nameplate, serta detail ukuran akan membantu proses identifikasi.
Solusi Thermocouple Industri Selatama
PT Selatama Indo Abadi menyediakan berbagai jenis thermocouple untuk kebutuhan pengukuran temperatur pada mesin serta proses industri.
Pilihan konfigurasi mencakup:
- Bayonet Thermocouple
- Cable Thermocouple
- Head Thermocouple
- Probe Thermocouple
- Thermowell
- pilihan RTD PT100 pada konfigurasi tertentu
- material sheath sesuai kebutuhan
- dimensi custom
- panjang kabel custom
- connection serta mounting sesuai aplikasi
Spesifikasi dapat disesuaikan berdasarkan tipe sensor, temperatur kerja, material sheath, diameter probe, panjang probe, kabel, koneksi proses, serta kondisi pemasangan.
Lihat pilihan serta spesifikasi produk melalui halaman Thermocouple Industri Selatama.
Pertanyaan Seputar Thermocouple
Apa fungsi thermocouple?
Thermocouple digunakan untuk mengukur temperatur pada mesin atau proses. Nilai temperatur dapat digunakan untuk monitoring, alarm, data logging, maupun sebagai input sistem kontrol.
Bagaimana cara kerja thermocouple?
Thermocouple menggunakan dua material konduktor berbeda. Perbedaan temperatur menghasilkan tegangan termoelektrik yang kemudian diinterpretasikan oleh perangkat instrumentasi menjadi nilai temperatur.
Apa tipe thermocouple yang umum digunakan?
Beberapa letter-designated thermocouple meliputi Type B, E, J, K, N, R, S, serta T. Pemilihan tipe perlu disesuaikan dengan temperatur, kondisi proses, konstruksi sensor, serta sistem instrumentasi.
Apa perbedaan Thermocouple Type K dan Type J?
Keduanya menggunakan kombinasi material serta karakteristik temperatur terhadap tegangan yang berbeda. Temperature controller perlu dikonfigurasi berdasarkan tipe sensor yang digunakan.
Apa perbedaan thermocouple dan PT100?
Thermocouple menghasilkan tegangan termoelektrik akibat perbedaan temperatur. PT100 merupakan RTD yang bekerja berdasarkan perubahan resistansi sensor terhadap temperatur.
Apakah thermocouple bisa dibuat custom?
Thermocouple dapat dibuat berdasarkan tipe sensor, diameter, panjang, material sheath, kabel, mounting, connection, protection tube, serta temperatur kerja yang dibutuhkan.
Apakah thermocouple dapat digunakan bersama electric heater?
Thermocouple banyak digunakan sebagai sensor temperatur pada sistem electric heating. Sensor memberikan data temperatur kepada controller sehingga sistem pemanas dapat dikontrol berdasarkan setpoint.
Butuh Thermocouple dengan Spesifikasi Custom?
Kebutuhan thermocouple dapat berbeda berdasarkan temperatur, mesin, lingkungan proses, serta metode pemasangannya.
Konsultasikan tipe sensor, material sheath, diameter probe, panjang, kabel, mounting, protection tube, connection, serta kondisi aplikasi bersama tim Selatama.
Lihat Thermocouple Industri Selatama
Tautkan ke: /thermocouple/
Konsultasi Thermocouple Custom via WhatsApp
Gunakan tombol WhatsApp Thermocouple Selatama yang sudah tersedia pada halaman produk.
Referensi Teknis
National Institute of Standards and Technology, NIST ITS-90 Thermocouple Database, reference functions serta tables untuk thermocouple Type B, E, J, K, N, R, S, dan T.




