sales@selatama.com
+62 852-2009-5709

Wiring Diagram Braking Resistor pada VFD dan Inverter

Wiring diagram braking resistor pada VFD dan inverter

Wiring braking resistor pada VFD atau inverter perlu mengikuti konfigurasi drive yang digunakan. Setiap brand dan model dapat memiliki penamaan terminal, brake chopper, serta batas braking resistor yang berbeda.

Kesalahan koneksi bukan hanya dapat membuat sistem braking tidak bekerja, tetapi juga berisiko menyebabkan kerusakan pada braking circuit.

Artikel ini membahas prinsip dasar wiring braking resistor agar lebih mudah memahami hubungan antara motor, VFD, brake chopper, serta resistor.

Pembahasan fungsi dasar braking dapat dibaca lebih dulu pada artikel Braking Resistor untuk VFD.

Bagaimana Braking Resistor Terhubung ke VFD?

Secara sederhana, sistem dynamic braking dapat digambarkan seperti berikut:

Motor → VFD → DC Bus → Brake Chopper → Braking Resistor

Saat motor melakukan deselerasi, sebagian energi mekanis dapat kembali ke sistem dalam bentuk energi regeneratif.

Tegangan pada DC bus kemudian meningkat.

Brake chopper akan mengontrol kapan energi tersebut dialirkan menuju braking resistor.

Braking resistor selanjutnya mengubah energi listrik menjadi panas.

Diagram koneksi VFD brake chopper dan braking resistor

Diagram Dasar Braking Resistor

Diagram konseptual sederhana:

AC Supply
↓
VFD / Inverter
↓
Motor

Pada sisi braking:

DC Bus VFD
↓
Brake Chopper
↓
Braking Resistor
↓
Heat Dissipation

Diagram ini hanya menunjukkan prinsip kerja.

Koneksi terminal aktual tetap harus mengikuti wiring diagram pada manual VFD.

Apa Fungsi Brake Chopper?

Brake chopper merupakan bagian yang mengatur aliran energi dari DC bus menuju braking resistor.

Saat tegangan DC bus mencapai batas tertentu, brake chopper aktif kemudian menghubungkan braking resistor ke braking circuit.

Energi kemudian dilepaskan melalui resistor dalam bentuk panas.

Beberapa VFD memiliki brake chopper internal.

Model lain membutuhkan braking unit eksternal.

Karena itu, keberadaan brake chopper perlu diperiksa sebelum memasang braking resistor.

Kenali Terminal Braking pada VFD

Penamaan terminal tidak selalu sama pada setiap brand.

Beberapa produsen menggunakan simbol seperti:

P / PB

PA+ / PB

DC+ / BR

atau penamaan lain sesuai desain drive.

Jangan menentukan terminal hanya berdasarkan bentuk fisik atau asumsi.

Manual inverter harus menjadi acuan utama.

Informasi yang perlu dicari pada manual antara lain:

  • Brake resistor terminal
  • Dynamic braking
  • Brake chopper
  • Minimum braking resistance
  • External braking resistor
  • Braking unit

Wiring Braking Resistor dengan Brake Chopper Internal

Konfigurasi umum dapat digambarkan sebagai:

VFD DC Bus
↓
Internal Brake Chopper
↓
Brake Terminal
↓
Braking Resistor

Pada konfigurasi ini, brake transistor atau brake chopper sudah tersedia di dalam VFD.

Braking resistor eksternal kemudian dihubungkan ke terminal braking yang telah ditentukan oleh produsen.

Nilai resistance tetap harus mengikuti batas minimum yang diperbolehkan oleh VFD.

Wiring dengan External Braking Unit

VFD tertentu tidak mempunyai brake chopper internal atau membutuhkan braking capacity yang lebih besar.

Konfigurasinya dapat menjadi:

VFD
↓
DC Bus
↓
External Braking Unit
↓
Braking Resistor

External braking unit mengontrol aliran energi menuju resistor.

Konfigurasi seperti ini umum ditemukan pada aplikasi dengan kebutuhan braking lebih besar atau sistem drive tertentu.

Thermal Protection pada Braking Resistor

Braking resistor menghasilkan panas selama bekerja.

Beberapa sistem menggunakan thermal switch atau temperature protection sebagai perlindungan tambahan.

Konsep sederhananya:

Braking Resistor
↓
Temperature Monitoring
↓
VFD Alarm / Trip

Saat temperatur resistor melewati batas tertentu, sistem dapat memberikan alarm atau menghentikan braking.

Fitur thermal protection sangat berguna pada aplikasi dengan duty cycle tinggi.

Perhatikan Nilai Resistance Sebelum Wiring

Wiring yang benar belum tentu membuat sistem aman jika nilai resistance salah.

Resistance yang terlalu rendah dapat meningkatkan braking current.

Resistance yang terlalu tinggi dapat membuat kemampuan braking tidak mencukupi.

Manual VFD biasanya mencantumkan minimum braking resistance.

Nilai tersebut harus diperiksa sebelum resistor dihubungkan.

Pembahasan lebih lengkap tersedia pada artikel Cara Menghitung Braking Resistor untuk VFD.

Perhatikan Kapasitas Power Resistor

Braking resistor harus mampu menerima energi selama proses deselerasi.

Beberapa faktor yang perlu dipertimbangkan:

  • motor power
  • braking frequency
  • braking duration
  • duty cycle
  • load inertia
  • application type

Pemilihan hanya berdasarkan nilai Ohm belum cukup.

Power rating juga perlu disesuaikan dengan pola operasi mesin.

Routing Kabel Braking Resistor

Kabel braking resistor membawa energi dari braking circuit menuju resistor.

Instalasi kabel perlu mengikuti rekomendasi produsen VFD.

Beberapa hal yang biasanya perlu diperhatikan:

  • ukuran kabel
  • insulation rating
  • panjang kabel
  • routing kabel
  • grounding
  • shielding
  • jarak dari control cable

Tujuannya menjaga keamanan instalasi serta mengurangi potensi gangguan elektromagnetik.

Posisi Pemasangan Braking Resistor

Braking resistor menghasilkan panas.

Lokasi pemasangan perlu menyediakan ruang yang cukup bagi pelepasan panas.

Hindari menempatkan resistor terlalu dekat dengan:

  • kabel sensitif
  • komponen plastik
  • control electronics
  • material mudah terbakar
  • komponen yang sensitif terhadap temperatur

Ventilasi enclosure juga perlu diperhatikan.

Aplikasi dengan braking intensif dapat membutuhkan konfigurasi cooling yang lebih baik.

Wiring Braking Resistor pada Crane dan Hoist

Crane serta hoist memiliki karakteristik braking yang cukup berat karena beban dapat menghasilkan energi regeneratif ketika bergerak turun.

Hal yang perlu diperiksa antara lain:

  • kapasitas motor
  • kapasitas beban
  • frekuensi lifting
  • braking duration
  • duty cycle
  • brake chopper capacity
  • braking resistor power

Konfigurasi wiring tetap mengikuti manual inverter yang digunakan pada crane.

Wiring Braking Resistor pada Conveyor

Conveyor dengan inertia tinggi dapat menghasilkan energi cukup besar selama deselerasi.

Braking resistor membantu membuang energi tersebut saat sistem membutuhkan stop lebih cepat.

Parameter seperti motor power, speed, load, serta deceleration time perlu diperhatikan.

Kesalahan Umum Saat Wiring Braking Resistor

Menghubungkan ke Terminal yang Salah

Penamaan terminal antarbrand berbeda.

Manual VFD harus diperiksa sebelum koneksi dilakukan.

Mengabaikan Minimum Resistance

Resistor yang terhubung dengan benar tetap dapat membebani braking circuit ketika nilai Ohm terlalu rendah.

Kabel Tidak Sesuai

Cable rating perlu mengikuti tegangan serta braking current.

Resistor Tidak Memiliki Ventilasi

Panas yang tidak dapat dilepaskan dengan baik dapat menyebabkan temperatur meningkat.

Tidak Memeriksa Brake Chopper

Braking resistor membutuhkan sistem yang dapat mengontrol aliran energi menuju resistor.

Tidak semua drive memiliki brake chopper internal.

Mengabaikan Thermal Protection

Aplikasi dengan duty cycle tinggi sebaiknya mempertimbangkan proteksi temperatur.

Sebelum Memasang Braking Resistor

Siapkan data berikut:

  1. Brand VFD
  2. Model VFD
  3. Wiring diagram VFD
  4. Daya motor
  5. Tegangan
  6. Minimum braking resistance
  7. Nilai Ohm braking resistor
  8. Power rating
  9. Duty cycle
  10. Jenis aplikasi
  11. Foto nameplate
  12. Foto terminal VFD jika diperlukan

Data tersebut membantu proses identifikasi sebelum pemasangan.

Braking Resistor Standar atau Custom

Kebutuhan braking resistor dapat berbeda pada setiap sistem.

Spesifikasi custom dapat diperlukan ketika terdapat kebutuhan:

  • resistance tertentu
  • power tertentu
  • duty cycle tinggi
  • enclosure khusus
  • mounting tertentu
  • dimensi tertentu
  • braking resistor bank

PT Selatama Indo Abadi menyediakan braking resistor industri standar maupun custom berdasarkan kebutuhan aplikasi.

Artikel Cara Memilih Braking Resistor Berdasarkan Ohm Watt dan Duty Cycle juga dapat digunakan sebagai referensi sebelum menentukan tipe resistor.

Butuh Konsultasi Wiring dan Spesifikasi?

Diagram braking resistor perlu disesuaikan dengan brand, tipe VFD, brake chopper serta aplikasi yang digunakan.

Kirimkan:

  • brand dan tipe VFD
  • foto nameplate
  • foto terminal drive
  • daya motor
  • nilai Ohm
  • spesifikasi resistor existing
  • jenis aplikasi

Tim Selatama dapat membantu mengidentifikasi kebutuhan braking resistor sebelum menentukan spesifikasi produk.

CTA: Konsultasi Wiring

CTA: Minta Penawaran Braking Resistor

FAQ Wiring Braking Resistor

Braking resistor dihubungkan ke terminal mana?

Terminal berbeda antarbrand serta model VFD. Gunakan terminal braking yang disebutkan pada manual produsen drive.

Apakah braking resistor langsung dihubungkan ke motor?

Tidak. Braking resistor merupakan bagian dari braking circuit pada drive, bukan resistor yang dipasang langsung pada output motor.

Apakah semua VFD mempunyai brake chopper?

Tidak. Beberapa drive memiliki brake chopper internal, sementara model lain membutuhkan unit eksternal.

Mengapa braking resistor menjadi panas?

Energi regeneratif dari proses braking diubah menjadi panas pada resistor.

Apakah nilai Ohm braking resistor bebas dipilih?

Tidak. Nilai resistance perlu mengikuti batas yang ditentukan oleh VFD.

Apakah Selatama menyediakan braking resistor custom?

Ya. Resistance, power, dimensi, mounting serta konfigurasi resistor dapat disesuaikan berdasarkan kebutuhan aplikasi.

Penulis :

Dipublikasikan:
29 September 2026
Diperbarui:
29 September 2026

Butuh Braking Resistor dengan Spesifikasi Custom?

Konsultasikan kebutuhan resistance, daya, arus, dimensi, duty cycle, serta karakteristik aplikasi bersama tim Selatama.

Spesialis di bidangnya

Spesialis Braking Resistor

Custom Sesuai Kebutuhan

Dibuat sesuai kebutuhan aplikasi

Bergaransi

Dijamin kualitas dan ketahanannya

After Sales

Layanan after sales yang ramah dan maksimal