Mengenal Brake Resistor
Dalam dunia industri modern, brake resistor menjadi salah satu komponen penting pada sistem penggerak motor listrik. Alat ini berperan untuk menyerap energi berlebih saat motor melakukan pengereman, sehingga sistem dapat bekerja lebih aman dan efisien.
Bagi Anda yang menggunakan inverter atau VFD (Variable Frequency Drive) dalam sistem otomasi industri, memahami fungsi dan cara kerja brake resistor sangatlah penting agar performa mesin tetap optimal.
Apa Itu Brake Resistor?
Brake resistor atau resistor pengereman adalah komponen listrik yang digunakan untuk mengubah energi kinetik dari motor menjadi energi panas.
Ketika motor melakukan deselerasi (pengereman), energi berlebih akan dikembalikan ke inverter. Jika energi ini tidak dikelola, dapat menyebabkan tegangan berlebih (overvoltage) dan berpotensi merusak inverter.
Di sinilah brake resistor bekerja — menyerap energi berlebih tersebut dan mengubahnya menjadi panas yang aman dilepaskan ke udara.
Fungsi Utama Brake Resistor
Berikut beberapa fungsi utama brake resistor dalam sistem penggerak motor listrik:
- Menghindari Overvoltage
Saat motor berhenti mendadak, energi balik dapat meningkatkan tegangan DC link. Brake resistor mencegah lonjakan tegangan yang bisa merusak inverter. - Meningkatkan Efisiensi Pengereman
Dengan brake resistor, sistem dapat melakukan pengereman lebih cepat dan stabil tanpa mengganggu kerja inverter. - Melindungi Komponen Elektronik
Brake resistor menjaga kestabilan tegangan agar komponen lain seperti inverter, sensor, dan PLC tidak cepat rusak. - Menambah Umur Peralatan
Karena beban kerja inverter berkurang saat pengereman, umur pakai keseluruhan sistem pun meningkat.

Jenis-Jenis Brake Resistor
Terdapat beberapa jenis brake resistor yang umum digunakan di industri, tergantung pada aplikasi dan kebutuhan daya:
1. Wire Wound Brake Resistor
Jenis ini menggunakan kawat resistif yang dililit pada keramik atau logam.
✅ Kelebihan: Tahan panas, cocok untuk daya tinggi.
❌ Kekurangan: Ukurannya relatif besar.
2. Grid Type Brake Resistor
Terdiri dari lempengan logam yang disusun seperti kisi.
✅ Kelebihan: Kuat, tahan lama, dan mudah dibersihkan.
❌ Kekurangan: Membutuhkan ruang instalasi lebih luas.
3. Aluminum Housed Resistor
Dibalut dalam casing aluminium untuk pembuangan panas cepat.
✅ Kelebihan: Kompak, mudah dipasang, cocok untuk sistem kecil dan menengah.
❌ Kekurangan: Tidak ideal untuk beban sangat tinggi.
Cara Kerja Brake Resistor pada Sistem Inverter
Proses kerja brake resistor dapat dijelaskan secara sederhana sebagai berikut:
- Ketika motor melakukan pengereman, energi kinetik berubah menjadi energi listrik.
- Energi ini mengalir kembali ke inverter, meningkatkan tegangan DC bus.
- Saat tegangan mencapai batas tertentu, braking chopper (sirkuit kontrol) akan aktif.
- Braking chopper menyalurkan energi berlebih ke brake resistor.
- Brake resistor mengubah energi listrik tersebut menjadi energi panas dan melepaskannya ke udara.
Dengan proses ini, inverter tetap aman dari kelebihan tegangan dan motor dapat berhenti dengan halus.
Baca juga : Peran Penting Brake Resistor dalam Meningkatkan Kinerja Motor Listrik Industri
Aplikasi Brake Resistor di Dunia Industri
Brake resistor banyak digunakan di berbagai aplikasi industri, di antaranya:
- Sistem konveyor dan crane yang memerlukan pengereman cepat
- Mesin injeksi plastik dan mesin CNC
- Elevator, escalator, dan hoist system
- Pembangkit energi terbarukan (seperti turbin angin) untuk pengaturan kecepatan
Tips Memilih Brake Resistor yang Tepat
Agar sistem inverter bekerja dengan aman dan efisien, pemilihan brake resistor yang tepat sangat penting. Berikut beberapa hal yang perlu Anda perhatikan:
- Daya dan Tegangan Kerja
Pilih resistor dengan kapasitas daya sedikit lebih tinggi dari kebutuhan sistem untuk menghindari panas berlebih. - Material dan Desain Pendinginan
Brake resistor berbahan aluminium atau baja tahan karat memiliki kemampuan pembuangan panas lebih baik, cocok untuk aplikasi berat. - Ukuran dan Instalasi
Pastikan resistor dipasang di area dengan ventilasi cukup dan tidak berdekatan dengan komponen sensitif terhadap panas. - Kualitas dan Keandalan
Gunakan produk dari produsen terpercaya seperti Selatama Indo Abadi yang menyediakan brake resistor berkualitas untuk kebutuhan industri berbagai skala.
Dengan memperhatikan hal-hal tersebut, performa pengereman motor listrik akan lebih stabil dan umur peralatan menjadi lebih panjang.
Kesimpulan
Brake resistor adalah komponen vital dalam sistem inverter dan motor listrik yang berfungsi untuk menyerap energi berlebih saat pengereman, melindungi inverter, dan menjaga performa sistem tetap stabil.
Dengan memahami fungsi, jenis, dan cara kerja brake resistor, Anda dapat memilih dan mengaplikasikan produk yang paling sesuai dengan kebutuhan industri Anda.
Hubungi Kami untuk Konsultasi Brake Resistor klik disini